Saya pernah membuat nama perusahaan/bisnis untuk teman saya di Lembang (medio sebelum tahun 2013) yaitu Mustama, digunakan untuk sebuah BMT yang artinya Muslim Tangguh Mandiri dan merek Bio Osmosis untuk usaha depot air minum milik Iwan Purnama, kemudian buat nama perusahaan diantaranya Aridh Consulting, Griyanova Home Interior Specialist, Dapoerasa, Salfina Catering, Bandung Cetak, Yayasan Asuh Umat, dan Zaman Gaya.
Sebelum kita selami Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau Google Translate berikut inspirasi nama perusahaan dan produk barang/jasa merujuk pada taksonomi Styles and Types of Company and Product Names dari Merriam Associates.
Tipe dan gaya Penamaan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan masa kini.
| Tipe / gaya penamaan | Padanan Indonesia | Contoh nama | Logika penamaan |
|---|---|---|---|
| Abbreviation | Rumusan / pemendekan | Microsoft, Telkom, Indosat, Nissan | Nama dibentuk melalui pemendekan atau pengolahan unsur kata/frasa yang lebih panjang. |
| Acronym | Singkatan | IBM, KFC, UPS, BCA, ITB, UI | Menggunakan huruf awal atau bagian awal dari beberapa kata sehingga membentuk nama baru. |
| Alliteration | Purwakanti | Dunkin’ Donuts, Coca-Cola, Piggly Wiggly, Pecel Lele Lela | Pengulangan bunyi atau pola fonetik yang membuat nama mudah diingat dan diucapkan. |
| Appropriation | Peruntukan / peminjaman makna | Apple, BlackBerry, Caterpillar, Amazon | Mengambil kata atau konsep yang sebenarnya memiliki makna di luar kategori bisnis lalu mengalihkannya menjadi identitas merek. |
| Classical Roots | Akar klasik | Pentium, Volvo, Avis | Mengambil inspirasi dari bahasa Latin, Yunani, atau akar bahasa klasik untuk memberi kesan tertentu. |
| Composition | Susunan kata | PowerBook, PageMaker, PowerPoint, Gramedia | Menggabungkan dua atau lebih unsur kata menjadi nama dengan makna baru. |
| Descriptive | Deskriptif / menjelaskan | Tolak Angin, General Motors, American Airlines, Bath & Body Works | Nama secara langsung memberi petunjuk mengenai produk, fungsi, kategori, atau manfaatnya. |
| Evocative | Menggugah / asosiatif | London Fog, Amazon, Crest, Extra Joss | Tidak menjelaskan produk secara literal, tetapi membangun gambaran, perasaan, atau asosiasi tertentu. |
| Fabricated | Rekaan / kata ciptaan | Exxon, Kodak, Xerox, Verizon | Kata baru yang sengaja diciptakan agar berbeda, khas, dan berpotensi menjadi aset merek. |
| Foreign Words | Kata asing | Volare, Montero, Samurai, Rayyan, Al-Ma’soem | Menggunakan kata dari bahasa lain untuk membawa asosiasi, bunyi, atau karakter tertentu. |
| Founders | Nama pendiri | Ford, Dell, Disney, Hewlett-Packard, Hilton | Menggunakan nama pendiri atau keluarga pendiri sebagai identitas perusahaan/merek. |
| Geography | Geografis | Cisco, Budweiser, Wong Solo, Columbia | Mengambil nama tempat, wilayah, kota, negara, atau asosiasi geografis. |
| History | Sejarah | eBay, Cisco, Ticonderoga | Nama memiliki hubungan dengan asal-usul, peristiwa, tempat, atau cerita sejarah tertentu. |
| Humor | Kelucuan / jenaka | Yahoo!, Cracker Jack, Piggly Wiggly | Memanfaatkan humor, kejenakaan, atau sesuatu yang tidak biasa untuk menghasilkan daya ingat. |
| Ideophonemes | Angka, huruf & bunyi | 7UP, 7-Eleven, 3Com, WD-40, V-8 | Menggabungkan angka, huruf, atau simbol dengan cara yang menciptakan identitas verbal khas. |
| Merged | Gabungan | ExxonMobil, TelkomVision, Packard-Bell, Rolls-Royce | Menggabungkan dua nama atau dua unsur identitas menjadi satu nama. |
| Mimetics | Permainan ejaan / bunyi | Krispy Kreme, Krazy Glue, Kwik Kopy, Kleenex | Memodifikasi ejaan atau bentuk kata untuk menghasilkan bunyi dan tampilan yang lebih khas. |
| Mythological | Mitologis | Nike, Oracle, Mercury, Midas, Ramayana | Mengambil nama tokoh, cerita, atau simbol dari mitologi untuk meminjam asosiasi maknanya. |
| Onomatopoeia | Tiruan bunyi | Sizzler, ZapMail, Kisses, Flazz | Nama terinspirasi dari bunyi yang ingin diasosiasikan dengan produk, aktivitas, atau pengalaman. |
| Oxymoron | Pertentangan makna | True Lies, Steel Magnolias, Intimate Strangers | Menggabungkan dua kata atau gagasan yang secara semantik tampak bertentangan sehingga menghasilkan ketegangan dan daya ingat. |
Artinya, tidak ada satu rumus tunggal untuk membuat nama yang baik. Yang penting adalah bagaimana nama tersebut dapat menjadi identitas yang relevan, mudah dikenali, memiliki daya ingat, dan dapat dikembangkan bersama strategi mereknya.
Beberapa nama sebenarnya bisa masuk ke lebih dari satu kategori. Cisco, misalnya, memiliki dimensi geografis sekaligus sejarah; Coca-Cola bisa dibaca sebagai alliteration sekaligus komposisi. Jadi tabel ini sebaiknya dipahami sebagai cara utama nama tersebut dibentuk, bukan klasifikasi yang mutlak. Taksonomi penamaan memang memiliki area yang saling tumpang tindih
Pada akhirnya, sebuah nama bukan sekadar persoalan “bagus atau tidak bagus”. Nama akan berhadapan dengan banyak hal: legalitas perusahaan, ketersediaan merek, domain internet, kemudahan pengucapan, bahasa dan budaya, potensi komunikasi, asosiasi emosional, keunikan di tengah kompetitor, hingga kemungkinan pengembangan identitas visual.
Karena itu, proses naming sebaiknya tidak dimulai hanya dengan pertanyaan, “Nama apa yang terdengar bagus?” tetapi dengan pertanyaan yang lebih mendasar:
“Nama seperti apa yang paling tepat untuk membawa identitas, gagasan, dan masa depan bisnis ini?”
Dari sanalah pencarian nama menjadi sebuah proses desain—mengumpulkan kemungkinan, mengeksplorasi kata dan makna, menguji bunyi dan asosiasi, menyaring alternatif, kemudian memilih nama yang paling kuat untuk dibangun menjadi merek.
Jadi, mungkin benar bahwa “apalah arti sebuah nama?”—tetapi dalam bisnis, nama dapat menjadi awal dari begitu banyak arti.
Dan ketika sebuah nama telah menjadi merek, ia bukan lagi sekadar kata. Ia menjadi tanda pengenal, janji, ingatan, dan aset.
Pembahasan mengenai apakah nama perusahaan atau merek sebaiknya menggunakan bentuk lengkap atau singkatan akan saya lanjutkan dalam artikel “Nama Perusahaan dan Merek Bisnis: Disingkat atau Lengkap?”